“Banda Ngoceh”
Oleh Munawardi Ismail
Tapi sampai kapan kita harus terus menengadah tangan? Apakah hingga air Krueng Aceh berhenti mengalir? Atau sampai kota ini kembali ‘tenggelam’ seperti 26 Desember, tiga tahun silam. Kalau ini terus berulang bak roda pedati, tak berlebihan jika dituding aturan itu cuma ocehan. Lantas orang pun memplesetkan Banda Aceh menjadi Banda Ngoceh.
Baca selebihnya »
Comments(0)